Konsistensi
Menjaga konsistensi ternyata memang sulit, setidaknnya untuk urusan postingan, aku sadari bahwa untuk melakukan hal itu masih sangat tergantung pada kondisi diri, baik secara psikologis maupun fisik. Ya, butuh sebuah kematangan serta kesiapan mental agar bisa kembali berkonsistensi. Lika-liku kehidupan menjadi tantangan tersendiri agar hal ini tidak serta merta mempengaruhi konsistensi yang ingin kita pertahankan. Berbagai macam liku yang kita jalani mau tidak mau akan mempengaruhi sisi psikologis kita dan secara tidak langsung akan berdampak pada keberadaan postingan.
Sedikit menyinggung tentang makna konsistensi, berbagai macam usaha selalu kita hadirkan agar bisa selalu berkonsistensi, namun pada perlajanannya sering kita menemukan berbagai macam kerikil tajam yang tak jarang justru membuat kita mengurungkan niat untuk melanjutkan. Jika boleh diartikan dalam bahasa yang lebih sederhana, konsistensi masih tergantung pada mood masing-masing. Belajar dari orang-orang disekitarku, mereka yang tetap mampu menjaga konsistensinya adalah mereka yang telah berhasil mengubahnya menjadi salah satu kebiasaaan hidupnya.Mereka selalu menghadirkannya dalam setiap waktu yang dilaluinya, atau selalu mengingatnya disetiap kegiatan yang mereka lakukan. Mungkin, bagi mereka hal itu merupakan satu-satunya teman hidup yang selalu menghibur.
Ada juga yang mengatakan bahwa terkadang konsistensi itu menjadi masalah di awal, bukan dalam perjalanannya, menjadi penghambat utama dalam perjalanan bahkan sebelum mencoba/memulai sekalipun. Mungkin ada benarnya juga, jika konsistensi memang menjadi masalah di awal berarti benar kenapa selama ini konsistensi selalu menjadi pertanyaan utama dalam berbagai wawancara rekruitmen yang pernah aku ikuti. Mereka (pewawancara) menginginkan keyakinan bahwa memang mereka tidak salah memilih kita.
Secara pribadi kau belum bisa seperti mereka yang mampu mengubah sebuah konsistensi menjadi kebiasaan hidup, hidupku masih sangat tergantung pada arus, menjadi diri sendiri di tengah era seperti sekarang ini, masih begitu sulit buatku. Dan dengan menulis inilah aku berusaha meneguhkan diri, mencoba bertahan dari terjangan arus sembari belajar mengubah konsistensi menjadi sebuah kebiasaan hidup. Semoga aku masih berada pada jalan yang lurus.
setuju! memang paling susah tuh kalau mau konsisten. tapi aku sih ngakalinnya dgn inget tujuan awal. yg tadinya mulai males2an pasti semnagat lg. umm, tapi kalo soal postingan sih, bisa dipastika aku konsisten. konsisten ngaco! hahaha. tulis apa aja yg kepikiran :p
BalasHapuskeep posting!
meskipun ngaco asal tetep msh bisa konsisten ya no problem mba...
BalasHapusbtw, stlh ak cek ternyata mba ini penulis novel "Waktu aku sama Mika" itu???
sedikit terkejut mba...hehehe..