Menunggu

Selasa, 9 Maret 2010

Sedang menunggu uang kiriman dari bapak, kok gak datang2 ya??? padahal batas pembayaran SPP sudah lewat 4 hari yang lalu....waduuuhh....gawat, konsekuensinya mesti ngurus ini itu dulu, ke jurusan, fakultas, bank, ke jurusan lagi....hhmmmm.....mesti korban waktu lagi.

Kali ini memang agak sedikit berbeda dari biasanya, biasanya bapak transfer seminggu sekali, meskipun uang yang di transfer tak seberapa, hanya cukup untuk beli makan+bensin, namun aku masih bisa sedikit menyisihkan untuk kebutuhan yang lainnya seperti fotokopi bahan kuliah, beli peralatan mandi ( sabun, pasta gigi, shampo, dll), kadang juga bisa beli sesuatu yang memang jarang aku beli seperti baju, sepatu, atau kebutuhan untuk si "bluesonic" kesayanganku.

Aku sedikit banyak tahu tentang keadaan keuangan bapakku, yang notabene hanya seorang pedagang kecil, jadi dari kecil aku mencoba mengerti beliau dengan tidak banyak meminta sesuatu layaknya anak2 kecil pada umumnya. Ibu juga tak henti-hentinya menasehatiku agar memahami keadaan bapak.

Jadi aku tak kaget lagi dengan situasi yang seperti ini, toh ketika aku mendesak beliau dengan menjelaskan secara baik-baik, beliau lantas berjanji akan dengan segera mentransfernya, dan 2 -3 hari kemudian uang sudah ada di tabunganku. Entah bagaimana cara beliau mencukupinya, namun yang jelas ketika aku tanya dari mana uang itu didapat beliau menjawab, " itu dari uang tabungan bapak". Ah, aku jadi merasa berdosa karena sudah memaksakan beliau untuk mengeluarkan uang tabungannya.

Kata orang mahasiswa haruslah kreatif, namun tipe mahasiswa sepertiku rasanya sulit untuk mengeluarkan bakat kekreatifitasannya, karena aku sendiri masih bingung harus mengeluarkan kreatifitas yang seperti apa? Tak seperti mahasiswa lainya yang menghabiskan waktu satu hari untuk berasa di kampus ( aktifis, red.).
Namun sepertinya Tuhan selalu memberikan jalan untuk hamba2Nya. Bukan kreatifitas yang kini bisa aku keluarkan, tetapi aku cukup bisa memberikan jasa. Ya, aku masih bisa bekerja dengan menjadi operator warnet. Meskipun gaji yang aku terima tidaklah seberapa, tetapi ini cukup bagiku untuk menambah pengalaman bekerja. Selain itu juga mengasah kemampuanku untuk membagi waktu, waktu untuk kuliah, organisasi, teman, dan tentu saja partimeku.

Dan dari semua itu aku masih diberi kesempatan untuk belajar,bagaimana menjalani hidup yang sesungguhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan

Garis

Menyapa Gede-Pangrango (catper part 3)