DAS
Rumah kontrakan CT VIII 26A,
Kamar atas.
Jum'at malam yang dingin, tetapi aku tak sendirian karena ditemani lagu - lagu The Law yang sedikit menghangatkan suasana. Ya, memang akhir - akhir ini cuaca di Jogja sedang kurang bersahabat, kalau siang hari terasa panas banget tapi kalau malam hari seperti sekarang ini terasa dingin. Mungkin ini karena pengaruh perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global, entahlah aku bukan ahli klimatologi yang paham akan hal itu secara gamblang, namun aku sedikit tahu dari beberapa hal yang aku dengar dan aku baca. Menyinggung masalah perubahan iklim aku jadi teringat saat mengikuti mata kuliah drainase tadi siang, Dr. Ir. Sunjoto Dip HE, DEA menyampaikan di depan kelas mengenai masalah - masalah drainase kaitanya dengan masalah lingkungan. Beliau menjelaskan beberapa aspek Hidrologi yang harus dipahami oleh mahasiswa. Karena sebagai seorang calon insinyur yang akan terjun di dunia ketekniksipilan kita diwajibkan memahami aspek - aspek penting lingkungan agar keharmonisan tetap dapat terjaga.
Satu hal yang sampai saat ini masih terlintas dipikiran saya, beliau menyampaikan bahwa jika kita ingin membuat surga di dunia ini maka suburkanlah Daerah Aliran Sungai, ada alasan lain yang membuat saya tertarik akan kalimat tersebut yaitu beliau juga mengaitkanya dengan Ayat - ayat suci Alquran.
"Surga yang mengalir dibawahnya sungai - sungai". Ada pertanyaan yang masih tersirat mengenai isi kandungan ayat tersebut, mengapa menggunakan kata "sungai"? Sedangkan Alloh sendiri masih merahasiakan akan isi SurgaNya. Jika kita mau mengaitkan antara DAS dengan aspek lingkungan, maka tidak mengherankan apabila semua konsep Hidrologi akan sangat berpengaruh.
Namun akhir dekade ini kondisi DAS kita sangat memprihatinkan, karena air hujan tidak dapat lagi meresap ke dalam tanah disebabkan oleh tertutupnya inlet - inlet air. Akibatnya "inflow" tidak lagi bisa menjadi sumber air cadangan karena air langsung masuk ke dalam "direct runoff". Hal ini menjadikan sungai - sungai kita banjir. Oleh karena itu, diharapkan penanganan masalah lingkungan tidak hanya menjadi buah bibir saja namun perlu adanya follow up dari berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pengatur kemaslahatan umat.
Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai...
BalasHapusNek di dunia, Itu daerah karst...koyo Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan...
Banyak sungai2 bawah tanah.
ketoke gersang tapi sebenarnya punya potensi Luar Biasa.
pantes banyak insinyur2 sipil yang menlakukan penelitian di situ, salah satu alasan yang mendasar mungkin itu. Jika kita bisa memanfaatkan potensi yang luar biasa itu maka masyarakan tak lagi menderita seperti sekarang ini. Itu tugas kita semua sebagai civitas akademika.
BalasHapus