Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi - puisi Kaca

Antara Dua Desember

Desember datang untuk mengingatkan lagi Membawa hujan yang hampir sama ketika pertama kali Dingin yang menusuk dan bias-bias air di kaca jendela Akupun masih, dengan harapan-harapan yang sama Datang dan hilang menghias relung-relung dalam hati Yang datang akan pergi, dan hilang takkan kembali Selalu saja, selalu sama, antara dua Desember Jeda menjadi pembeda sesiapa yang lebih setia Lama perjalanan bukan menjadi ukuran Seberapa jauh langkah dari permulaan Jarak antara bukan menjadi patokan Seberapa dekat dengan tujuan Desember berlalu dan aku masih menunggu
Gambar
EVOLUSI Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan, Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang, Aku mati sebagai binatang dan kini manusia. Kenapa aku mesti takut? Maut tak menyebabkanku berkurang! Namun, sekali lagi aku harus mati sebagai manusia, Dan melambung bersama malaikat; dan bahkan setelah menjelma menjadi malaikat Aku harus mati lagi; segalanya, kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali. Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini, Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami. Biarlah diriku tak ada! Sebab Ketiadaan Menyanyikan nada-nada suci, "Kepada-Nya kita akan kembali."

Untuk Sahabat

Gambar
Teruntuk sahabat terbaikku, Pernahkan kau memimpikan sebuah “perhiasan”? Dimana perhiasan itu telah lama kau nanti-nantikan… Sedangkan kau tahu untuk mendapatkan itu tidaklah mudah, Bahkan sampai harus meneteskan peluh diwajahmu… Perjuanganmu, takkan dapat ditukar dengan apapun. Sampai pada akhirnya, “perhiasan” itu telah ada pada genggaman… Kini kau berjanji akan selalu menjagannya sampai ujung hayatmu, Menaruhnya pada tempat yang aman agar tak ada pencuri yang mengambilnya. Bahkan, kau merahasiakanya kepada semua orang. Sahabat, Adalah sebuah musibah ketika kau lalai menjagannya… Mengutarakan kepada setiap orang dimana tempatnya. Atau, Ketika kau mencoba memakainya, dia terjatuh pada sebuah kolam keruh. Kau tak dapat melihatnya karena tertutup keruhannya. Sedangkan kau sadar, kau tak mampu untuk menjernihkan kolam itu dalam waktu sekejap. Butuh waktu panjang untuk menjernihkan kembali airnya baru kemudian kau dapat mengambilnya. Sahabat, Seperti halnya aku ini, Juga memimpikan hal ...
ketika aku terjatuh, aku merangkak sendirian, aku belum memikirkan kapan aku bangun, ketika aku terperosok dalam cekungan besar, aku akan melompat, aku belum tahu kapan aku bisa keluar,  ketika aku terpuruk, aku tertatih-tatih, dan aku belum tahu kapan aku berjalan kembali, aku lelah, aku begitu lelah pada keadaan, dan ingin sekali aku memejamkan mata lalu pergi bersama mimpi, jauh melintas pikiran, aku rapuh, aku terpingkal, aku pincang, biarkan aku sendiri, biarkan aku merasakan sendiri, dan orang lain cukup melihatku saat aku menarik sudut bibirku, dengan senyum khas ku, ketika keadaan enggan menyapaku, aku ingin pergi bersama awan, menari, berputar, tertawa,  dunia yang kuhuni kini mulai kering, tandus, ingin sekali rasanya aku kembali lahir, tidak untuk dunia,

Tentang Cinta

Gambar
Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepaskannya. Ada banyak hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba. karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia. Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata ” aku turut berbahagia untukmu ”. Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi. kau mungkin menya...
Aku terjaga, ketika orang tengah dalam lelapnya. Memandang kaca datar yang berpendar, memancarkan baris-baris huruf dan gambar. Aku terjaga, dari pergantian hari sampai malam telah susut, menunaikan tugasku kini, mencari pengalaman diri. Aku masih terjaga, berteman alun nada asing, memecahkan sepi udara. dingin.... Aku terus terjaga, untuk ribuan detik kedepan.
Gambar
Aku berada pada hari, ktka kata tak lagi brmakna, hingga semua ucapanku tak bisa lagi dia dengar, aku berada pada hari, ketika kebenaran telah tertutup awan biru, hingga semua kejujuranku dianggapnya hanyalah angin lalu, aku brada pada satu waktu, ktka masa lalu bukan lagi menjadi bagian dari alur ceritaku, hingga apa yg telah terjadi duhulu, hnyalah desiran angin yg mmbuatnya bisu. baik,,kalaulah hrs bgtu. . . siapa aku, siapa pula dirimu. tampaknya nasib telah salah mempertemukan kita. atau, kita sndiri yg salah mengartikanya. tak banyak yg bisa ku berikan, kecuali doa yg terus aku panjatkan. jalanku terlalu sempit, hingga tak bs melihat saat kau bahagia dsana. jangankan mmbuatmu bahagia, aku sndiri tak pernah merasa bahagia, kecuali saat melihat tetes hujan di beranda,  karena hanya itu yang bisa mengembalikanku ke alam nyata. Dan aku brada pada satu saat, ktka cinta bukan lagi tentang rasa. Puisi ini aku tunjukkan untuk diriku sendiri, saat m...

Bening

ada bening yg sulit ku ungkap, datang dari pucuk2 akasia yg menguning. menyejukkan..... hati siapa yg tak luluh olehnya. pada kesederhanaan, aku mencoba bersandar, dari lengkungan dimensi yg tak terekam, memcoba memaknai, tetesan embun pagi ini, aku melihat pada hatinya, yg membentang diatas cakrawala, krn laksana embun, ikhlas membasahi pipiku, menggantikan tangisku.
yang aku tahu... bahwa perasaan tak bisa dipaksakan... bagaimanapun keadaan seseorang... dan yang aku pahami.... bahwa memang betapa pedihnya jika hati tersakiti... terlebih jika merasa terhianati. bukan aku tak mengerti, bukan pula aku tak mau mengerti.... namun aku hanya ingin, semuanya baik-baik saja... mungkin selama itu aku akan diam, karena aku akan merasa lebih tenang. aku tak mampu lagi mengingat masa lalu, karena masa lalu itu bagiku hanya fatamorgana. aku sangat mengharapkan akan pengertian.... itu yang aku inginkan.